November 29, 2020
  • 11:57 am Nintendo Akan Mematikan Dukungan Unggahan Level Super Mario Maker Tahun Depan
  • 11:56 pm Sistem Transaksi Akulaku yang Lemah Menyebabkan Lebih Banyak Korban
  • 11:52 am Bethesda mengabulkan permintaan kecil untuk penggemar penyandang disabilitas
  • 11:51 pm Tanggapan Bank DBS Indonesia kepada Ibu Puspa Setyawati
  • 11:47 am MapleStory mengadakan kolaborasi dengan BTS!
Keluhan atas Pelayanan Shopee terkait Akun yang Dibajak

Saya mungkin orang yang sudah beberapa kali menulis tentang cara pengambilan kartu kredit Bank Mega di Consumer Media. Tapi saya harus melakukan ini karena Bank Mega sudah keterlaluan. Saya memiliki 4 kartu di Bank Mega yaitu untuk kartu 4201 9100 5013 ****, 5242 6100 5486 ****, 4784 8700 7072 **** dan 4890 8700 4079 ****.

Saya sudah puluhan tahun menjadi nasabah Bank Mega, tidak hanya 1 atau 2 tahun. Tetapi pandemi Covid mengubah segalanya. Sejak gaji dipotong, sampai akhirnya kantor saya bangkrut dan semua karyawan di-PHK tanpa pesangon. Saya merasa ada tanggungan di Bank Mega. Agar hidup saya tenang, saya berniat melunasi dengan sistem pembayaran 1x ke Bank Mega. Tentunya dengan meminta kelegaan. Saya ingin membayar berdasarkan sisa uang saya.

Melalui telpon saya ke CS minta disambungkan ke pihak terkait untuk minta diskon. Namun ini justru menjadi awal malapetaka saya. Sejak itu, banyak yang menelepon saya, tentunya dengan nomor berbeda. Mereka semua menagih dan mengklaim bahwa data saya adalah milik mereka menangani. Untuk 1 kartu aja banyak WA dan telponnya.

Namun, pada Selasa 27 Oktober 2020, kolektor Bank Mega mendatangi kantor ipar saya. Sekali lagi ya, saudara ipar saya. Dia tidak datang ke rumah saya.

Sepengetahuan saya, Bank Mega terdaftar di OJK dan pasti ada sikap jelas cara mengisi daya. Bukan preman atau pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK.

Yang membuatku marah hari ini adalah:

  1. Kenapa tidak ketemu atau cari saya di rumah, tapi malah ke kantor ipar saya, yang notabene saya tidak pernah memasukkan data dalam pengajuan saya ke Bank Mega? Artinya, data dikumpulkan tanpa persetujuan saya sebagai nasabah Bank Mega.
  2. Kenapa juga saudara ipar? Tidak ada yang bisa dilakukan, apalagi sampai ke kantornya dan bikin heboh di kantor. Sejujurnya saya sebagai ipar adalah MALU!
  3. Saya dihubungi melalui telepon, penagih hutangsangat kasar. Namanya RENO dengan nomor WA 08810248103 **. Lalu ada panggilan telepon ke adik saya juga, yang sangat kasar seolah-olah mereka tidak punya aturan. Kebun binatang keluar. Orangnya masih sama yaitu RENO dengan nomor telepon 0815842498 **, 022433300056, 02433300055, 02433300052 dan 02433300053.
  4. Data mengenai jumlah tagihan, dll. Terkait data konsumen, tidak boleh diungkapkan kepada orang lain, selain saya sebagai pelanggan. Ini penagih hutang Sebaliknya, dia membuka data tersebut kepada bosnya, saudara ipar saya, yang tidak ada hubungannya dengan itu.
  5. Bahkan sekarang ada penagih hutang yang meneror saya melalui DM Instagram mengatakan bahwa dia akan melakukannyaBagikan kepada teman-temanku. Setahu saya, ini bank yang diawasi oleh OJK, bukan yang di luar kendali OJK. Paling sedikit data konsumen bersifat alami pribadi tidak seperti pinjaman online yang tidak diawasi oleh OJK yang metode penagihannya tidak sopan dan data konsumen diretas dan disalahgunakan.
Baca:  Layanan Fitness First Taman Anggrek Sangat Buruk !!

Saya sudah menelepon CS untuk meminta penghentian metode penagihan tidak jelas seperti ini dan mohon hanya 1 orang di Bank Mega untuk mengkomunikasikan negosiasi tentang diskon. Tapi penagihan kasar masih berlanjut.

Apakah Bank Mega sekarang ini brutal? Saya menunggu tanggapan dari Bank Mega.

Serafinus Octavia Puspitasari
Kota Tangerang, Banten

Artikel ini dibuat oleh pengguna dan merupakan tanggung jawab penulis.

Serafinus Octavia Puspitasari menulis artikel tentang Bagaimana Brutal Bank Mega Credit Card Billing dan pertama kali dimuat di Consumer Media.

Damaris

RELATED ARTICLES