November 29, 2020
  • 11:57 am Nintendo Akan Mematikan Dukungan Unggahan Level Super Mario Maker Tahun Depan
  • 11:56 pm Sistem Transaksi Akulaku yang Lemah Menyebabkan Lebih Banyak Korban
  • 11:52 am Bethesda mengabulkan permintaan kecil untuk penggemar penyandang disabilitas
  • 11:51 pm Tanggapan Bank DBS Indonesia kepada Ibu Puspa Setyawati
  • 11:47 am MapleStory mengadakan kolaborasi dengan BTS!

Akhir oktober 2020 saya ajukan KPR ke beberapa bank untuk beli rumah, kemudian bank (dari semua bank yang saya ajukan) memberitahukan bahwa pengajuan KPR saya terhambat karena hasil Cek BI saya KOL-2 alias tidak lancar tentang cicilan mobil di PT Astra Sedaya Finance, padahal saya belum pernah beli mobil apalagi cicilan mobil.

Karena saya merasa belum pernah melunasi mobil, saya menanyakan informasi lebih lanjut kepada bank terkait pinjaman tersebut, dan diberi informasi berikut:

  • Pemberi Pinjaman: PT Astra Sedaya Finance
  • Tanggal mulai pinjaman: 17 Januari 2017
  • Tanggal akhir pinjaman: 17 Januari 2022
  • Plafon pinjaman: Rp 150.924.359
  • Sisa pinjaman: Rp57.120.928
  • Cicilan per bulan: Rp 3.840.043
  • Status: KOL-2

Data peminjam:

  • Nama: Reinhart Abdiel Hermanus
  • NIK: 321708xxxxxx0007 (bukan NIK saya)
  • Alamat: (alamat rumah saya di akhir tahun 2016)
  • Nama ibu kandung: (nama ibu kandung saya)
  • Tempat kerja: (tempat kerja saya di akhir tahun 2016)

Yang perlu digarisbawahi dari informasi di atas adalah bahwa data pribadi saya seperti nama ibu kandung saya, alamat, pekerjaan dan lain-lain adalah data saya yang sebenarnya, tapi yang membedakan adalah NIK-nya.

Mengetahui beberapa informasi tersebut, akhirnya saya menghubungi PT Astra Sedaya Finance (Perusahaan Kredit Astra) untuk menanyakan perihal peminjaman tersebut, dan ternyata benar ada peminjaman aktif berdasarkan data ini untuk mobil Toyota Calya dengan nomor polisi. D 1320 AEV. Saya juga diminta untuk mengunjungi kantor cabang Astra Credit Company di Bandung sebagai cabang yang mengeluarkan pinjaman.

Saya juga teringat sekitar akhir tahun 2016 saya pernah mengajukan cicilan pembelian Toyota Calya melalui salesman dari AUTO 2000, dan saya sudah memberikan semua file yang diminta ke sales bersangkutan, termasuk dengan Uang muka Rp 5.000.000 juga telah dibayarkan. Namun, karena proses yang memakan waktu dan pada saat itu saya dan keluarga harus meninggalkan kota untuk liburan akhir tahun, saya memutuskan untuk membatalkan pembelian mobil dan menerima risikonya. Uang muka yang hangus.

Baca:  Akun Aset Saya di Akulaku Telah Diretas

Kemudian pada tanggal 6 November 2020 ibu saya yang ada di Bandung datang ke kantor cabang Astra Credit Company di Bandung (karena saya tinggal di Jakarta) untuk bertemu dengan Astra. Ibu saya juga bertemu dengan pimpinan Perusahaan Kredit Astra cabang Bandung dan menjelaskan seluruh kronologis kejadian seperti yang saya jelaskan di atas, serta meminta kepada Perusahaan Kredit Astra untuk bertanggung jawab mengeluarkan pernyataan bahwa saya tidak pernah membeli mobil dan meminjam dari Astra Credit. Perusahaan, agar nama baik saya dapat dipulihkan dan saya dapat melanjutkan proses pengajuan KPR saya. Namun sampai hari ini, 19 November 2020, saya masih belum menerima surat pernyataan yang saya minta, meski semua pihak mengetahui kebenaran kasus ini.

Melalui surat ini saya ingin menyampaikan kekecewaan saya kepada AUTO 2000 dan Astra Credit Company yang menyalahgunakan data pribadi saya dengan menggunakannya untuk pembelian mobil oleh orang lain yang tidak saya kenal sama sekali. Dalam proses pembelian mobil oleh orang lain ini, sudah bisa dipastikan ada pemalsuan tanda tangan karena saya tidak pernah menandatangani kredit mobil apapun.

Saya juga menyayangkan sikap AUTO 2000 dan Astra Credit Company yang tidak dimintai pertanggungjawaban atas kesalahan mereka, sehingga proses pengajuan KPR saya selama ini terhambat (belum lagi kerugian immateril saya lainnya seperti nama baik saya yang tercoreng karena untuk mencicil atas nama saya yang sering terlambat dibayar.).

Saya berharap melalui surat ini AUTO 2000 dan Astra Credit Company dapat segera mempertanggungjawabkan kesalahannya, dan saya berharap konsumen dan calon konsumen lainnya dapat memastikan untuk hanya memberikan data pribadi kepada yang dapat bertanggung jawab.

Terima kasih.

Reinhart Abdiel Hermanus
Jakarta Timur

Artikel ini dibuat oleh pengguna dan merupakan tanggung jawab penulis.

Artikel Data Pribadi Saya Disalahgunakan di Astra Credit Company dan AUTO 2000 ditulis oleh Reinhart dan dipublikasikan untuk pertama kalinya di Consumer Media.

Damaris

RELATED ARTICLES